Jeng Kol
si "BAU" yang Bermanfaat

Sekilas tentang Jengkol
Jengkol merupakan tumbuhan polong dengan buah berbentuk gepeng dan berbelit. Dia memiliki nama latin Archicendron pauciflorum. Buah yang beraroma khas ini bisa dijadikan lalapan, sayur, atau bahkan sebagai cemilan disaat santai seperti kerupuk jengkol.
Jengkol yang juga disebut jering ini adalah salah satu tumbuhan khas Asia Tenggara, tumbuhan ini merupakan makanan yang sangat digemari di Indonesia, Thailand, dan Malaysia. Bau yang ditimbulkan jengkol merupakan efek dari asam amino yang terkandung didalam biji jengkol tersebut, dan ketika asam amino tersebut terpecah menjadi bagian-bagian yang lebih kecil, maka asam amino tersebut akan menghasilkan berbagai komponen flavour yang sangat bau. Salah satu gas yang terbentuk dari unsur itu adalah gas "H2S" yang terkenal sangat bau (Gas Duuuuut... :D).
Manfaat Jengkol Bagi Kesehatan
Dibalik baunya yang "menyeramkan", ternyata jengkol memiliki manfaat yang besar bagi tubuh kita. Jengkol kaya akan karbohidrat, protein, vitamin A, vitamin B, vitamin C, fosfor, kalsium, alkaloid, minyak atsiri, steroid, glikosida, tanin, dan saponin.
Dalam 100gr jengkol mengandung protein 23,3gr (lebih tinggi dari kedelai dan kacang hijau), 4,7gr zat besi, 140mg kalsium, 166,7mg fosfor, 658mg vit.A, 80mg vit.C, dan juga mengandung vitamin B1 untuk menjaga kepekaan syaraf serta vitamin B2 untuk membantu penyerapan protein.
Efek Samping
Jengkol mengandung asam jengkolat atau jengkolic acid. Asam jengkolat bersifat sama dengan "uric acid" (asam urat), yang dalam konsentrasi tinggi dapat menyebabkan kristal-kristal dalam urine.
Asam jengkolat adalah sejenis asam amino yang terkandung dalam biji jengkol. Endapan asam jengkolat membentuk kristal berujung runcing yang bisa melukai pembuluh darah di ginjal dan saluran kencing. Inilah sebabnya orang yang mengkonsumsi jengkol akan jarang buang air kecil. Bila dibiarkan terus menerus akan bisa menyebabkan terbentuknya batu ginjal, dan kencingnya tidak bisa keluar karena mengalami retensi urine (bahasa gaulnya = "jengkolan").
Tapi jangan kuatir, asam jengkolat bisa larut dengan menggunakan bikarbonat yang bersifat basa. Oleh karena itu, dianjurkan untuk minum soda atau air putih yang banyak setelah mengkonsumsi jengkol, agar tidak "susah pipis" :D
Tips Khusus
Bagi para pecinta jengkol sekarang anda tidak perlu kuatir lagi untuk makan jengkol setiap saat, karena saya akan berbagi tips bagaimana caranya agar jengkol yang kita konsumsi tidak itu tidak menimbulkan bau, sehingga keluarga ataupun tetangga nggak ada lagi yang "ngomel-ngomel" karena bau "WC" kita yang beraroma khas setelah kita mengkonsumsi Jengkol.
Caranya sangatlah mudah, anda cukup merebus jengkol dengan daun melinjo (tangkil) dan abu dapur. Setelah jengkol hampir masak anda buang air tadi, lalu ganti air rebusan dengan air biasa. Rebus kembali jengkol hingga masak. Cara lainnya bisa direbus dengan kapur sirih, arang, dan daun jambu.
blognya terlalu edun (y)
BalasHapuskunjungan balik ditunggu gan:
damzaky.blogspot.com
Hahay,,, ujicoba gan. Kl blog damarzaky jgn kuatir gan,, ane rajin gan kst,, hihii
Hapus